
Saat ini, banyak perusahaan berlomba-lomba menggunakan Generative AI. Namun, ada satu masalah besar yang sering luput dari perhatian: Biaya yang membengkak.
Menjalankan model AI canggih dan menyewa chip komputer super cepat (GPU) itu sangat mahal. Seringkali, perusahaan kaget melihat tagihan bulanan mereka meledak tanpa tahu pasti uangnya habis untuk apa.
Di sinilah Mavvrik AI (sebelumnya bernama DigitalEx) hadir. Ini adalah solusi untuk masalah terbesar direktur keuangan (CFO) saat ini: Menghitung nilai ekonomis dari AI.
Apa Itu Mavvrik AI?
Bayangkan Mavvrik AI sebagai “Pusat Komando Keuangan” untuk departemen IT Anda.
Biasanya, alat pengelola biaya hanya fokus pada cloud standar (seperti sewa server biasa di AWS atau Google). Mavvrik berbeda karena dibangun khusus untuk dunia yang lebih rumit: Dunia Hybrid & AI.
Platform ini mengumpulkan semua data biaya dari berbagai tempat, baik itu cloud publik, pusat data kantor sendiri (on-premise), hingga penggunaan AI, dan menyajikannya dalam satu tampilan yang jujur dan transparan.
Masalah Utama: Biaya AI yang “Gaib”
Sebelum ada Mavvrik, jika sebuah perusahaan meluncurkan fitur Chatbot AI baru dan tagihan server naik Rp 500 juta, mereka sering kebingungan:
- “Tim mana yang bikin tagihan ini naik?”
- “Berapa modal yang kita keluarkan setiap kali AI menjawab satu pertanyaan pelanggan?”
- “Apakah fitur ini untung atau malah bikin rugi?”
Mavvrik menjawab pertanyaan ini dengan menghitung “Unit Economics” (Nilai Ekonomis per Unit). Artinya, Anda bisa tahu persis berapa biaya satu kali “tanya-jawab” dengan AI tersebut.
3 Kemampuan Utama Mavvrik
- Pengawas Biaya GPU & AI Mavvrik bisa melacak biaya hingga ke level paling detail. Ia mencegah adanya “Zombie Resource”, istilah untuk GPU mahal yang sudah disewa tapi tidak terpakai (menganggur), yang diam-diam menguras anggaran perusahaan.
- Penyatu Hybrid Cloud (Penting untuk Indonesia) Banyak alat lain hanya bisa mengecek biaya di cloud luar negeri. Mavvrik spesial karena bisa menggabungkan data biaya dari server kantor sendiri (on-premise) dengan public cloud. Ini sangat cocok untuk perusahaan yang menyimpan data sensitif di kantor demi keamanan, tapi tetap butuh cloud untuk memproses AI.
- Rem Otomatis Anggaran Mavvrik menghilangkan keributan soal “siapa yang bayar”. Ia bisa secara otomatis menagih biaya ke departemen yang tepat (misal: Chatbot Marketing dibayar oleh anggaran Marketing). Lebih keren lagi, ia punya fitur “Guardrails” (Pagar Pembatas): jika sebuah proyek AI hampir melebihi budget, sistem bisa memberi peringatan atau bahkan menyetop pembelian server baru sebelum tagihan meledak.
Koneksi Strategis: Peran Walden Global Services (WGS)
Teknologi canggih butuh ahli yang bisa menerapkannya. Di Indonesia, peran ini dipegang oleh Walden Global Services (WGS).
Sebagai perusahaan solusi software enterprise dan integrator sistem terkemuka, WGS adalah jembatan yang menghubungkan teknologi kelas dunia seperti Mavvrik dengan kebutuhan perusahaan lokal.
Mengapa Kemitraan Ini Penting untuk Indonesia?
Perusahaan besar di Indonesia (seperti bank, telekomunikasi, dan logistik) sedang gencar mengadopsi AI, tapi menghadapi tantangan unik:
- Infrastruktur Campuran: Karena aturan data di Indonesia, banyak perusahaan masih pakai server fisik di kantor, tapi juga mulai pakai cloud. Mengelola biayanya sangat rumit.
- Sensitif Harga: Efisiensi adalah nomor satu. Perusahaan ingin inovasi, tapi tidak mau boncos.
WGS sebagai “Enabler” (Pendukung Utama)
Sebagai mitra (partner), WGS tidak hanya sekadar “jual lisensi”. Berikut adalah nilai tambah yang WGS berikan:
- Implementasi Lokal yang Tepat: WGS membantu memasang Mavvrik agar sesuai dengan sistem IT yang sudah ada di perusahaan klien. Mereka paham nuansa lokal, mulai dari siklus penagihan hingga aturan perpajakan di Indonesia.
- Membangun Budaya FinOps: Memakai Mavvrik bukan cuma soal instal aplikasi, tapi mengubah kebiasaan. Konsultan WGS mengajarkan tim teknis perusahaan (developer/engineer) agar lebih bertanggung jawab terhadap penggunaan cloud mereka.
- Keamanan Anggaran: Dengan bantuan WGS, klien bisa menyetel fitur “Pagar Pembatas” dengan benar. Ini memastikan eksperimen AI perusahaan tetap jalan, tapi dompet perusahaan tetap aman dari kejutan tagihan.
Kesimpulan
Kolaborasi antara Mavvrik AI dan Walden Global Services menandai fase kedewasaan baru dalam perjalanan digital di Indonesia.
Ini adalah pergeseran pola pikir: Dari sekadar “Bisa nggak kita bikin AI ini?” menjadi “Bisa nggak kita menjalankan AI ini terus-menerus tanpa bangkrut?”.
Melalui WGS, perusahaan Indonesia kini bisa memiliki “rem” dan “gas” yang seimbang, memastikan inovasi terus melaju, tapi tetap terkendali secara finansial.

