ArticlesCloud ComputingTechnologyBiaya di Cloud vs On-Premise (TCO)

Ikin WirawanNovember 8, 2013

Pada artikel ini, saya akan membahas langkah-langkah dalam menghitung dan membandingkan TCO antara cloud infrastructure dengan on-premise data center.

Model dari komputasi awan adalah bahwa perusahaan pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya modal untuk membangun data center, namun hanya perlu membayar biaya operasional sebanyak sumber daya yang digunakan setiap bulannya.

Langkah pertama dalam menghitung TCO, adalah dengan melisting semua IT aset perusahaan, dan kelompokkan. Yang mana yang rahasia, yang perlu dishare dengan pelanggan, yang low-impact, dsb. Kemudian identifikasi, komponen mana yang paling mudah dipindahkan ke Cloud terlebih dahulu, atau yang segera membutuhkan skalabilitas, atau yang kapasitasnya segera habis. Melalui langkah kecil, Anda membangun kepercayaan dalam organisasi terhadap komputasi awan.

Langkah kedua adalah mempertimbangkan biaya terselubung yang selalu ada dalam on-premise data center: server hardware, network hardware, hardware maintenance; software OS, database, virtualization, security; power dan cooling, raised floor, data center space; personel support dan administrator; storage dan redundancy (Disaster Recovery); konektivitas inter dan intra data center. Dalam administasi hardware saja, Anda dibebankan dengan procurement, seleksi dan evaluasi vendor, dan pengiriman pemasangan (yang kadang berminggu-minggu).

Langkah ketiga adalah mengetahui bahwa dari sisi harga, penyedia komputasi awan global seperti Amazon Web Services, memiliki infrastruktur data center fisik di seluruh dunia, dan mereka menambah sangat banyak infrastruktur fisik setiap tahunnya. Sehingga, bukannya harga komputasi awan naik setiap tahun, tapi malah selalu turun, dengan skala ekonomisnya yang masif.

Langkah keempat adalah memanfaatkan fleksibilitas billing yang disediakan. Pada on-premise infrastruktur, Anda membeli kapasitas sesuai prediksi Anda, jadi ada dua kemungkinan: Anda membeli terlalu banyak, atau terlalu sedikit. Pada Cloud, Anda cukup membeli yang Anda perlukan saat ini, dan biarkan sistem scaling secara otomatis bila dibutuhkan. Tahukah Anda, Dropbox, Pinterest, Instagram tidak memiliki data center sendiri, namun mereka mampu melayani jutaan pengguna dan data yang sangat masif, melalui Cloud?

Langkah kelima adalah melihat intangible cost saving tambahan yang Anda dapatkan dari Cloud. Contoh, penyedia komputasi awan global memiliki standar keamanan tingkat dunia secara fisik, juga memiliki sertifikasi seperti ISO27001, PCI-DSS, SOC1. Dengan menggunakan Cloud, Anda bisa memanfaatkan ini mulai dari beberapa puluh dolar saja.

Untuk enterprise Indonesia yang berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) diharuskan untuk menyimpan database di dalam negeri, WGS siap membantu konsultasinya dengan cloud provider lokal yang menyediakan layanan tersebut.
Sekian dari saya, sampai berjumpa di awan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *